CD Palencia, Klub Liga Spanyol Rilis Jersey ‘Telanjang’ Jelang Play Off

Posted on

CD Palencia menjadi salah satu klub Liga Spanyol yang belakangan disoroti banyak media. Pasalnya untuk menyemangati para pemain mereka, baru-baru ini setelah dinyatakan lolos ke babak play off untuk masuk ke Segunda Division B Liga Spanyol, klub ini merilis jersey telanjang. Klub yang saat ini masih menghuni Tercera Division merilis jersey telanjang dalam artian bukan telanjang yang benar-benar telanjang. Hanya saja, jersey yang digunakan sesuai dengan daging dan otot-otot manusia.

Jersey Telanjang CD PalenciaCD Palencia sendiri di musim ini bergabung bersama grup 8 Tercera Division, yang merupakan kompetisi kasta ke empat Liga Spanyol. Dimana pada pekan lalu, mereka dipastikan sudah bisa masuk babak play off untuk bisa promosi ke level yang lebih tinggi. Adapun aturan yang diberlakukan dalam Tercera Division sendiri adalah pihak runner up grup akan dilawankan dengan peringkat keempat dari grup lain. Sementara untuk peringkat ketiga tetap akan dimusuhkan dengan peringkat ketiga di grup yang lain.

Adapun total grup dalam Tercera Division sendiria berjumlah 18 grup. Dimana pada hasil babak play off ronde pertama sendiri akan muncul 27 klub. Selanjutnya sebanyak 27 tim ini sendiri kembali digabungkan dengan 9 tim yang menjadi juara grup yang gagal pada ronde pertama saat berhadapan dengan sesama juara grup lainnya. Oleh karenanya akan ada total 36 tim yang akan bertanding dalam babak play off mendatang yang akan saling adu serangan dengan sistem gugur. Pada akhirnya nanti akand dipilih 9 tim yang dipastikan akan masuk ke Segunda Division.

CD Palencia sendiri harus menjalani perjalanan yang tidak singkat. Saat ini sendiri belum bisa dipastikan apakah mereka akan lolos ke Segunda Division, bahkan mereka juga belum mengetahui siapa yang akan menjadi lawan mereka di babak play off ronde pertama kali ini. Akan tetapi, hal tersebut tidak membuat niat mereka untuk merilis jersey yang tidak biasa tersebut tidaklah surut. Mereka pun merilis jersey yang bergaya kulit dan otot manusia yang didesain oleh Juan Francisco Martin.

Juan Francisco Martin sendiri merupakan salah satu desainer yang terbilang menyukai sebuah terobosan. Bahkan dirinya pernah menciptakan sebuah desain tuksedo untuk Cultural Leonesa. Bahkan dirinya juga menjadi orang yang bertanggung jawab atas kostum yang dikenakan oleh para pembalap sepeda wanita asal Kolombia yang menuai kontroversi karena menampilkan bagian tubuh bagian bawah dari wanita yang menggunakan dan seolah hal tersebut adalah bahan yang tembus pandang.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *