Fatma Samoura, Wanita Pertama Yang Jadi Sekjen FIFA

Posted on

Fatma Samoura belakangan sangat dikenal di dunia sepak bola. Pasalnya wanita asal Senegal ini sendiri terpilih sebagai wanita pertama yang menduduki jabatan sebagai sekjen alias sekretaris jenderal di organisasi sepak bola dunia FIFA. Sebelum terpilih sebagai salah satu sekjen FIFA, wanita berusia 54 tahun ini sendiri memiliki segudang pengalaman dalam organisasi internasional seperti PBB. di FIFA sendiri, Fatma Samoura menduduki salah satu kursi sekjen yang kosong akibat ditinggal oleh sekjen terdahulu yakni Jerome Valcke.

Fatma SamouraSemenjak terpilihnya Gianni Infantino sebagai presiden FIFA pergerakan reformasi di tubuh FIFA sendiri terus berlanjut. Setidaknya dalam sebuah kongres FIFA yang diselenggarakan di Meksiko terpilihlah nama Fatma Samoura yang memang tidak memiliki latar belakang sepak bola yang mumpuni namun diangkat sebagai salah satu sekjen FIFA. Lalu, adakah hal yang melatar belakangi dipilihnya Fatma untuk menduduki salah satu jabatan penting dalam tubuh FIFA tersebut?

Gianni Infantino dalam keterangannya yang dikutip dari CNN Indonesia menegaskan kalau pemilihan Fatma Samoura sebagai sekjen FIFA sendiri bertujuan untuk memberikan angin segar dalam induk organisas sepak bola internasional tersebut.

“Samoura terbiasa mengatur organisasi besar, pendanaan besar, sumber daya manusia, dan keuangan. Ia akan membawa angin segar ke FIFA.”

Ia sosok dari luar (organisasi), bukan orang dalam. Ia seseorang yang baru, bukan dari masa lalu. Seseorang yang bisa membantu kami untuk melakukan hal yang benar di masa depan.

Fatma Samoura sendiri pertama kali bergabung dalam organisasi PBB pada tahun 1995, dimana kala itu dirinya tergabung dalam World Food Programme (WFP) dan ditugaskan untuk menjadi pimpinan pengelola WFP di negara Djibouti dan Kamerun. Setelah itu, karier dan pengalamannya dilanjutkan dalam bidang yang baru kala terpilih sebagai Deputy Humanitarian Coordinator (DHC) untuk Chad.

Dengan pengalamannya tersebut yang memang tidak ada hubungannya dengan sepak bola, dipastikan akan banyak pertanyaan mengenai kapabilitas Fatma. Akan tetapi, menanggapi hal tersebut, perempuan yang lahir pada 1962 tersebut mengaku optimis jika dirinya mampu bekerja dengan maksimal.

“Saya pikir jabatan ini cocok dengan kemampuan dan pengalaman saya. Pembangunan strategik dan berpengaruh besar di skala internasional. Hal itu akan saya gunakan untuk membangun sepak bola ke depan.”

“Saya juga siap untuk membawa pengalaman selama ini, dan terus setia terhadap kerja reformasi penting yang selama ini sudah dilakukan di FIFA.” Ujar Fatma laura dikutip dari Sidomi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *